Kamis, 19 Maret 2020
MAKNA BAHAYA VIRUS CORONA DAN PENCEGAHNYA
beberapa hari ke belakang, kamu mungkin sadar bahwa dunia tengah membicarakan tentang virus yang diberitakan berasal dari negara China. Munculnya virus bernama corona tersebut membuat gempar dunia karena telah tersebar di beberapa negara. Hingga saat ini, setidaknya sudah lebih dari seribu orang telah terjangkit virus ini. Bahkan di China, virus ini telah menewaskan kurang lebih 40 orang. Virus corona memang menular dan dapat menyebar dengan cepat.
Sebuah kota di China yang bernama kota Wuhan, disebut-sebut sebagai kota yang paling awal terpapar virus ini. Banyak berita simpang siur yang beredar tentang penyebab awal virus ini bisa tersebar. Dilansir dari beberapa situs berita, Pemerintah China menjelaskan bahwa awalnya virus corona menjangkit para penjual makanan yang ada di salah satu pasar vendor makanan di Kota Wuhan, China. Sekedar informasi untuk JULOvers, pasar ini menjual makanan-makanan yang mungkin akan asing dan “unik” bagi kita, namun dianggap wajar bagi orang yang tinggal di sana. Dalam pasar tersebut, kamu bisa menemukan kelelawar, musang, ular, tikus, dan masih banyak makanan unik lainnya. Namun hingga saat ini, sumber virus ini belum bisa dipastikan secara tepat.
Nah, virus ini juga sempat dikaitkan dan dikatakan serupa dengan virus yang sempat mewabah pada tahun 2002-2003 silam, yaitu virus Server Acute Resporatory Syndrome (SARS), JULOvers. Beberapa peneliti juga mengatakan, bahwa virus corona ini sebenarnya awalnya dapat menjangkit hewan saja, namun lambat laun bisa menyebar ke manusia seperti yang saat ini sedang viral. Jika kalian memantau berita dan media sosial, kamu tentu akan melihat virus corona ini diperbincangkan oleh netizen dan telah menjadi trending topics di berbagai platform media sosial di dunia. Hayooo, apakah kamu memantau berita maupun artikel-artikel tentang virus corona ini, JULOvers?
Walaupun belum ada kabar bahwa virus ini sampai ke Indonesia, ada baiknya kita tetap waspada terhadap virus corona ini. Negara-negara di Asia seperti Thailand, Macau, Hongkong, Korea, Jepang bahkan hingga negara-negara tetangga Malaysia dan Singapura sudah mulai terjangkit virus corona. Oleh karena itu, kita harus tetap mengetahui gejala-gejala virus corona dan paham sedikit demi sedikit cara pencegahannya ya, JULOvers! Penasaran apa saja gejalanya dan bagaimana cara mencegah virus corona? Yuk, baca sampai habis artikel berikut ini!
Gejala Virus Corona yang mungkin terlihat:
– Batuk
– Pilek
– Demam yang tidak kunjung turun
– Sesak napas
– Merasa kelelahan
– Sakit kepala
– Bisa menyebabkan pneumonia/bronkitis
Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas dan kamu memiliki riwayat berkunjung ke negeri China pada waktu 14 hari ke belakang, segera periksakan dirimu ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ya, JULOvers. Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa virus ini masuk melalui saluran pernafasan lalu akan menyerang paru-paru sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau bronkitis. Nah, karena sudah mengetahui beberapa gejala utama dari virus corona, sekarang kita simak yuk cara mencegah virus corona! Apa saja ya kira-kira?
Cara mencegah virus corona yang bisa kamu lakukan saat ini:
1. Cuci tangan menggunakan sabun selama kurang lebih 20 detik. Jika kamu tidak memiliki atau tidak ada sabun di tempat sekitar kamu mencuci tangan, silahkan gunakan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol. Lakukan secara berkala ya, JULOvers!
2. Sebisa mungkin, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dulu ya.
3. Hindari menyentuh daerah mata, mulut dan hidung dengan tangan yang kotor maupun belum dicuci
4. Gunakan masker! Penting, lho
5. Jika kamu sedang batuk, segera tutupi batukmu dengan tisu. Lakukan hal yang sama ketika kamu bersin. Jangan lupa untuk segera membuang tisu tersebut ke tempat sampah.
6. Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mencegah virus corona adalah dengan ara menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Kalaupun harus berinteraksi atau melakukan kontak dengan orang yang sakit, usahakan untuk menggunakan masker dan segera cuci tangan setelah selesai kontak, ya.
Kalau dengar kalimat “Sehat Itu Mahal”, kalian setuju nggak JULOvers? Coba saja kita bayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan tiap kali kamu atau keluargamu sakit. Selain materi, fisik pun juga jadi lemah dan menghambat beragam aktivitas kan? Oleh karena itu, kita harus waspada dan menjalani hidup sehat untuk mencegah penyakit. Tidak hanya untuk mencegah virus corona saja, namun pencegahan penyakit maupun virus lainnya yang mungkin saja menghampiri kita. Kamu bisa mulai dari makan makanan yang matang dan bersih, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup, dan pastikan tubuh tetap sehat. Jangan lupa untuk makan sayur-sayuran, buah-buahan dan minum vitamin ya!
Jumat, 17 Januari 2020
Sejarah bonek mania
sejarah bonek mania

sejarah berdirinya bonekmania Surabaya Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Pada tahun 2006, Persebaya bermain di Divisi Satu Liga Indonesia dan sekarang kembali ke liga teratas dari Liga Indonesia.
Para pendukung Persebaya dikenal sebagai Bonek (Bondo Nekat). Mereka dikenal dengan cara eksentrik mendukung Persebaya. Mereka biasanya pergi dengan kereta api dengan anggaran kecil untuk menuju Homebase lawan. Hal besar dari Bonek adalah kesetiaan mereka kepada Persebaya. Mereka selalu tinggal dan mendukung Persebaya dengan menyebabkan segala macam kerusuhan dan perkelahian dengan tim lawan ‘pendukung.
Istilah Bonek, akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Istilah Bonek muncul secara tiba-tiba dan besar juga karena media massa yang awalnya bagus yang lambat laun justru mengalami pergeseran pengertian dan akhirnya lebih berkonotasi negatif. Masih ingat gimana dulu Jawa Pos dengan koordinator langsung Cak Dahlan Iskan pernah memberangkatkan ratusan bus, puluhan gerbong KA dan pesawat terbang menuju Jakarta. Tret..tret.. tetttt... begitulah tema yg usung Jawa Pos tahun 1988-an. Dan sebutan populer untuk suporter persebaya waktu itu adalah 'Green Force'. Antusias bukan hanya dari surabaya saja, tetapi juga datang dari kota-kota besar di Jawa Timur. Bahkan dalam suatu kolom di Jawa Pos selama 7 hari berturut2 ada komentar & kesan-kesan dari para peserta Tret tret tett yg tertulis dengan foto para peserta lengkap dengan alamatnya.
Begitu antusiasnya jawa pos sampai dalam head line news tertulis "Hijaukan senayan" dan sambuatn masyarakat surabaya dan jawatimur pun luar biasa. Dalam ceritanya ada yg sampai menggadaikan motornya, menjual TV, Tape, perhiasan istrinya dan peralatan rumah tangga lainnya, yg muda2 banyak yg harus mengamen dulu pokoknya harus bisa ke senayan !!.
Modal Tekad itulah semangat untuk meng-hijaukan senayan begitu menggebu. Sementara yg punya duit pas-pasan masih ada cara lain yaitu 'menggandol' truk secara estafet mulai dari Surabaya - Jakarta sambil mengamen di jalanan. Bahkan ada juga yg berangkat jauh2 hari sebelum pertandingan final (padahal persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang gerbong kereta pertamina yg jalannya kayak keong itu... pokoknya sampe Jakarta.
Semangat yang positif dan antusiasme tanpa ada ANARKISME dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yg mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia saat itu. Sebagai catatan senayan ketika itu dijejali 110 Ribu penonton dari Surabaya dan Bandung !! Suporter Persebaya sendiri sekitar 40% nya (masih kalah banyak dengan bandung yg memang jaraknya lebih dekat). Suatu rekor jumlah penonton yg barangkali sampai saat ini belum terpecahkan.
Belum lagi semangat heroik dari beberapa suporter persebaya yg memanjat dan merayap sampai ATAP bangunan senayan yg berbentuk lingkaran itu hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa warna hijau tulisan putih yg bertuliskan "Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu Dalam Semangatku".
Nah Semangat itulah dengan berbagai cara yg HALAL untuk datang mendukung persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama JAPOS sebagai pelopornya mulai mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), dalam as** tulisan mereka bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yg kuat. Modal tekad atau Bondo Nekad atau Bonek sejatinya tidak seperti yg ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yg justru cenderung brutal, nekad dalam arti menghalalkan segala cara adalah bukan Bonek yang sesungguhnya.
Sebetulnya kesalahan juga dari para bonek sebelumnya yg tidak meninggalkan warisan bonek yg sebenarnya, juga media massa yg kadang ikut mengompori dan bahkan seakan-akan ikut membenarkan. Bahkan kerusuhan bonek sudah menjadi semacam rejeki buat mereka, karena berita tentang Bonek tentunya akan meningkatkan oplah surat kabar mereka.
Salah kaprah lainnya adalah istilah Modal Tekad dan Modal Nekad sebetulnya serupa tapi tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan sedangkan nekad lebih ke tindakan yg dilakukannya. Seharusnya bukan Bondo Nekad tetapi Bondo Tekad... tetapi untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung Bondo Nekad alias Bonek.
berikut cuplikan suporter bonek ke manahan solo
ini bukti loyalitas tanpa batas kami kepada Persebaya
kami mendampingi Persebaya melawan Perseru
Kami datang bukan untuk anarkis tapi kami datang untuk memberi bukti bahwa Bonek tidak anarkis di kota orang laen
jangan dinilai dari anarkis bonek juga mempunyai kreatifitas tersendiri dan tak bisa ditiru oleh suporter laen
Para pendukung Persebaya dikenal sebagai Bonek (Bondo Nekat). Mereka dikenal dengan cara eksentrik mendukung Persebaya. Mereka biasanya pergi dengan kereta api dengan anggaran kecil untuk menuju Homebase lawan. Hal besar dari Bonek adalah kesetiaan mereka kepada Persebaya. Mereka selalu tinggal dan mendukung Persebaya dengan menyebabkan segala macam kerusuhan dan perkelahian dengan tim lawan ‘pendukung.
Istilah Bonek, akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Istilah Bonek muncul secara tiba-tiba dan besar juga karena media massa yang awalnya bagus yang lambat laun justru mengalami pergeseran pengertian dan akhirnya lebih berkonotasi negatif. Masih ingat gimana dulu Jawa Pos dengan koordinator langsung Cak Dahlan Iskan pernah memberangkatkan ratusan bus, puluhan gerbong KA dan pesawat terbang menuju Jakarta. Tret..tret.. tetttt... begitulah tema yg usung Jawa Pos tahun 1988-an. Dan sebutan populer untuk suporter persebaya waktu itu adalah 'Green Force'. Antusias bukan hanya dari surabaya saja, tetapi juga datang dari kota-kota besar di Jawa Timur. Bahkan dalam suatu kolom di Jawa Pos selama 7 hari berturut2 ada komentar & kesan-kesan dari para peserta Tret tret tett yg tertulis dengan foto para peserta lengkap dengan alamatnya.
Begitu antusiasnya jawa pos sampai dalam head line news tertulis "Hijaukan senayan" dan sambuatn masyarakat surabaya dan jawatimur pun luar biasa. Dalam ceritanya ada yg sampai menggadaikan motornya, menjual TV, Tape, perhiasan istrinya dan peralatan rumah tangga lainnya, yg muda2 banyak yg harus mengamen dulu pokoknya harus bisa ke senayan !!.
Modal Tekad itulah semangat untuk meng-hijaukan senayan begitu menggebu. Sementara yg punya duit pas-pasan masih ada cara lain yaitu 'menggandol' truk secara estafet mulai dari Surabaya - Jakarta sambil mengamen di jalanan. Bahkan ada juga yg berangkat jauh2 hari sebelum pertandingan final (padahal persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang gerbong kereta pertamina yg jalannya kayak keong itu... pokoknya sampe Jakarta.
Semangat yang positif dan antusiasme tanpa ada ANARKISME dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yg mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia saat itu. Sebagai catatan senayan ketika itu dijejali 110 Ribu penonton dari Surabaya dan Bandung !! Suporter Persebaya sendiri sekitar 40% nya (masih kalah banyak dengan bandung yg memang jaraknya lebih dekat). Suatu rekor jumlah penonton yg barangkali sampai saat ini belum terpecahkan.
Belum lagi semangat heroik dari beberapa suporter persebaya yg memanjat dan merayap sampai ATAP bangunan senayan yg berbentuk lingkaran itu hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa warna hijau tulisan putih yg bertuliskan "Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu Dalam Semangatku".
Nah Semangat itulah dengan berbagai cara yg HALAL untuk datang mendukung persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama JAPOS sebagai pelopornya mulai mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), dalam as** tulisan mereka bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yg kuat. Modal tekad atau Bondo Nekad atau Bonek sejatinya tidak seperti yg ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yg justru cenderung brutal, nekad dalam arti menghalalkan segala cara adalah bukan Bonek yang sesungguhnya.
Sebetulnya kesalahan juga dari para bonek sebelumnya yg tidak meninggalkan warisan bonek yg sebenarnya, juga media massa yg kadang ikut mengompori dan bahkan seakan-akan ikut membenarkan. Bahkan kerusuhan bonek sudah menjadi semacam rejeki buat mereka, karena berita tentang Bonek tentunya akan meningkatkan oplah surat kabar mereka.
Salah kaprah lainnya adalah istilah Modal Tekad dan Modal Nekad sebetulnya serupa tapi tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan sedangkan nekad lebih ke tindakan yg dilakukannya. Seharusnya bukan Bondo Nekad tetapi Bondo Tekad... tetapi untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung Bondo Nekad alias Bonek.
berikut cuplikan suporter bonek ke manahan solo
ini bukti loyalitas tanpa batas kami kepada Persebaya
kami mendampingi Persebaya melawan Perseru
Kami datang bukan untuk anarkis tapi kami datang untuk memberi bukti bahwa Bonek tidak anarkis di kota orang laen
jangan dinilai dari anarkis bonek juga mempunyai kreatifitas tersendiri dan tak bisa ditiru oleh suporter laen
Kamis, 16 Januari 2020
Kontrak pemain
Persebaya Surabaya
Lucas Aditya - detikSport
Makan Konate berlabuh ke Persebaya Surabaya. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Surabaya - Makan Konate sudah mempunyai klub baru untuk Liga 1 2020. Persebaya Surabaya yang menjadi klub berikutnya untuk pemain asal Mali itu.
Lewat akun Twitternya, @persebayaupdate, Bajul Ijo mengumumkan kepastian Makan Konate menjadi anggota skuad asuhan Aji Santoso.
"Akhirnya makan juga. Makan Konate resmi menjadi pemain Persebaya. Persebaya memutuskan untuk menunggu pengumuman karena alasan administrasi. Sudah siap Makan rek?" tulis Persebaya sembari mengunggah video Konate.
"Akhirnya makan juga. Makan Konate resmi menjadi pemain Persebaya. Persebaya memutuskan untuk menunggu pengumuman karena alasan administrasi. Sudah siap Makan rek?" tulis Persebaya sembari mengunggah video Konate.
Konate menjadi primadona klub-klub Liga 1 menatap musim 2020. Persib Bandung dan Bhayangkara FC menjadi dua klub yang mengungkapkan minat ke pemain 28 tahun itu.
Bersama Arema FC musim lalu, Konate tampil sip. Dia mengangkat performa Singo Edan dengan sumbangan 16 gol dan 11 assist di Liga 1.
Bersama Arema FC musim lalu, Konate tampil sip. Dia mengangkat performa Singo Edan dengan sumbangan 16 gol dan 11 assist di Liga 1.
Langganan:
Postingan (Atom)